Wengi sepi sinambi ngopi,
Kopi asli Gresik pinasthi,
Angalempit saududan,
Angenteni tumetese udan,
Kinancan swarane ratri,
Manuk engkak ngakak gegirisi,
Girise manah ngenteni sayah,
Wayah anguk jroning lemah,
Karatone adipati,
Kang kasuwun, apura dening Gusti,
Mangerti sejatine pati,
Nanging uripe ra ngerti,
Urip kanggo pati,
Kapati jroning ngaurip.
Aji Sura
Inilah kami wahai indonesia,
Putra-putrimu
di antara gejolak zaman,
Di
antara puing peradaban,
Menyambung
rasa antara insan
Satu
barisan dan satu cita,
Mewadahkan
rasa yang sama,
Merasakan
gelisah yang sama, dan akhirnya,
Merajut
asa tentang Indonesia,
Pembela bangsa penegak agama,
Agama
ageming aji,
Aji
nusantara sakti,
Yang
rahmatanlil alamin,
Tangan
terkepal dan maju ke muka!!!
Habislah
sudah masa suram,
Doa
yang senantiasa terpanjatkan,
KepadaNya
yang Maha Wikan,
Menyandar
angan dan harapan,
Selesai
sudah derita yang lama,
Perjuangan
akan harapan dan cita,
Perjuangan
akan perasaan dan cinta,
Perjuangan
akan bangsa yang merdeka,
Bangsa
yang jaya islam yang benar,
Tak
perlu berjaya, agama sebagaimana jenisnya,
Kebenarannya
tak ketara dengan paksa,
Cuma,
jika bangsa yang punya nusa,
Haruskah
ia tiada daya??
Bangun
tersentak dari bumiku subur!!!
Denganmu
PMII, pergerakanku...
Pergerakan,
bergerak tak merangkak,
Mahasiswa,
tak hanya siswa SMA,
Islam,
rahmat seluruh alam, dan,
Indonesia,
bangsa yang kaya sumber daya,
Ilmu
dan bakti kuberikan,
Bermodal
ilmu dan tuntunan waktu,
Adil
dan makmur ku perjuangkan,
Nusantara
sakti yang terbang meninggi
Untukmu
satu tanah airku,
Untukmu
satu keyakinanku,
Inilah
kami wahai indonesia,
Satu
angkatan dan satu jiwa,
Putra
bangsa bebas merdeka,
Tangan
terkepal dan maju kemuka,
Aji
Sura, 16 Jumadilakir 1947
Tanah
Air ku tidak kulupakan
Kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh
Tidakan hilang dari kalbu
Tanah ku yang ku cintai
Engkau ku hargai
Walaupun banyak negri kujalani
Yang mashyur permai dikata orang
Tetapi kampung dan rumahku
Disanalahku rasa senang
Tanah ku tak kulupakan
Engkau ku banggakan
Kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh
Tidakan hilang dari kalbu
Tanah ku yang ku cintai
Engkau ku hargai
Walaupun banyak negri kujalani
Yang mashyur permai dikata orang
Tetapi kampung dan rumahku
Disanalahku rasa senang
Tanah ku tak kulupakan
Engkau ku banggakan
Entah
apa nanti yang terjadi,
Negri
ini tetap negriku,
Negri
yang kaya, mashyur, lagi subur,
Sawah
terhampar samuderanya raya,
Tak akan
lekang melenggang zaman,
Tetapi
kini
Anugrah
yang kuasa, seakan tak kuasa,
Tak kuasa
menahan nafsu berkuasa,
Nafsu
berkuasa para penguasa...
Ya Tuhanku,
Bukalah
jalan...
Jalan
kembalinya kejayaan,
Jalan
kembalinya kemakmuran
Jalan
kembalinya keadilan....
Entah
apapun,
Entah
bagaimanapun caramu....
Sukseskan
pemilu,
Atau gagalkan
pemilu...
Tak peduli
aku...
Sukseskan
pemilu,
dan
pemimpin baru,
atau
gagalkan pemilu,
dan
revolusi yang menghembuskan angin baru...
tak
akan bisa ku paksa kehendakMu,
ku
yakin engkau Maha Pengasih lagi Penyayang
Bulan
bundar,
Sebundar telur dadar,
Nanar berpijar sinar terpancar,
Lebar menyebar menebar,
Bintang-bintang,
Menantang malang melintang,
Telentang di awang menerawang,
Tentang petang tawang gilang,
Bumi pertiwi sendu sendiri,
Seperti tadi jadi begini,
Tapi tak mungkin bangkit mencari,
Sang bayu menyapu rumput-rumput hijau,
Merayu, seraut ayu, termangu... menunggu.
Aji
Sura
Pagi yang indah di bibir pantai,
Berlatar
pasir putih tetumbuhan laut menjuntai,
Untaian
zamrud dan biduri bulan,
Sang Arga berjajar gagah
menjulang,
Suka
rela menutup kemesraan dan anggapan tabu,
Tubuh
bergelayut, kemesraan alam yang terpaut,
Terpaut
panah sang smara,
Dua
setengah tahun berlalu,
Berlalunya
waktu tak jua sirna,
Sirna
kenangan manis kala kukecup,
Kecupan
manis di tanjung selatan kota,
Aji
Sura, 15 Besar 1946
Blogger templates
Popular posts
-
Selasa sore segera selesai, Dengan langkah sa ntai sepi menyendiri, tak terandai niat pulang terlalu dini, tepat jam delapan aku ti...
-
Mahasiswa senapating nagri, Ingkang sampun tinakdir ing jaman, Putra jaman karepane, Dikir pikir tan kantun Amal soleh ywa ng...
-
P itik.. pitik.. N yawang pitik , s aomah pitik, sakebon pitik , s alatar pitik, sakandhang pitik , ambu telek pitik, mangan...
-
Pagi yang indah di bibir pantai, Berlatar pasir putih tetumbuhan laut menjuntai, Untaian zamrud dan biduri bulan, Sang Arga berja...
-
Sasi sela aneng sala, sawetara amiyata, Jur kelingan rasane sesandhingan, Mangka mangsane uwis ganti, Gantine ati kang kokkanthi, ...
-
Bulan bundar, Sebundar telur dadar, Nanar berpijar sinar terpancar, Lebar menyebar menebar, Bintang-bintang, Menantang ma...
-
Jangan ditanya, Mengapa kita berbeda? Jangan ditanya, Haruskah kita beragama? Jangan ditanya, Manusia macam apa kita? Janga...
-
Wengi sepi sinambi ngopi, Kopi asli Gresik pinasthi, Angalempit saududan, Angenteni tumetese udan, Kinancan swarane ratri, M...
-
Ampuh pangucapmu Ki, Tanpa sira sepa tanpa daya, Lakune lakon, lumaku lantaranmu, Manut maton metune ucap, Pocapan kang ngemu pep...
-
Tanah Air ku tidak kulupakan Kan terkenang selama hidupku Biarpun saya pergi jauh Tidakan hilang dari kalbu Tanah ku yang ku cinta...



