Bulan  bundar,
Sebundar telur dadar,
Nanar berpijar sinar terpancar,
Lebar menyebar menebar,

Bintang-bintang,
Menantang malang melintang,
Telentang di awang menerawang,
Tentang petang tawang gilang,

Bumi pertiwi sendu sendiri,
Seperti tadi jadi begini,
Tapi tak mungkin bangkit mencari,

Sang bayu menyapu rumput-rumput hijau,
Merayu, seraut ayu, termangu... menunggu.

Aji Sura

Pagi yang indah di bibir pantai,
Berlatar pasir putih tetumbuhan laut menjuntai,
Untaian zamrud dan biduri bulan,
Sang Arga berjajar gagah menjulang,
Suka rela menutup kemesraan dan anggapan tabu,
Tubuh bergelayut, kemesraan alam yang terpaut,
Terpaut panah sang smara,
Dua setengah tahun berlalu,
Berlalunya waktu tak jua sirna,
Sirna kenangan manis kala kukecup,
Kecupan manis di tanjung selatan kota,
Aji Sura, 15 Besar 1946